3 Sebab Anda Perlu Berhenti Bertanya : “Bila Nak Hamil?”

speaker-1305537_1920

Artikel ini telah ditulis secara peribadi oleh Monik Wulandari, dan tentu sekali ia akan membantu menyelamatkan emosi mereka-mereka yang belum direzekikan Tuhan untuk menerima anak. Ambil peluang ini untuk sebarkan.

Karena saya paham betul betapa tidak nyamannya ditanya mengenai kapan saya hamil, maka saya juga tidak pernah bertanya hal serupa ke perempuan lain.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya secara peribadi, yang saya rasa juga banyak dialami oleh wanita-wanita lain. Ditanya oleh orang kenapa saya belum hamil. Mungkin ini pertanyaan yang kedua paling menyebalkan dan menyakitkan hati setelah ditanya mengenai bila akan menikah.

Flash back sedikit, saya menikah pada usia yang cukup matang, 28 tahun. Sebelum menikah, saya pernah bertanya pada calon suami,”Sayang, menurut kamu, memiliki anak itu penting atau tidak?” Jawapannya, penting. Tetapi ia juga berkata bahwa anak adalah rezeki Tuhan. Memilikinya atau tidak, hal itu tidak akan pernah menjadi masalah di dalam pernikahan kami nanti. Pertanyaan ini terlontar hanya semata-mata untuk mengetahui kesediaan si suami jika masalah yang sering saya dengar menjadi masalah besar bagi beberapa pasangan, apakah mungkin akan terjadi kepada kami. Jawapannya membuat saya lega dan semakin mantap meneruskan perancangan pernikahan, kerana merasakan suami memilih menikah dengan alasan ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama saya.

Setelah menikah, suami yang datang daripada keluarga yang besar (ramai adik beradik dan pakcik makcik), selalu memiliki majlis yang harus kami hadiri, kenduri kahwin, rumah terbuka atau majlis lainnya. Tentunya anda boleh meneka, saat-saat inilah, saat saya ditanya (sambil dipegang perutnya),”Sudah ada isi belum?” Awal-awalnya,, saya menjawabnya dengan santai, “Belum lagi.” Sampailah sepupu yang menikah selepas kami ternyata telah hamil, tiba-tiba saya merasa ada tekanan. Bukan dari orangtua kami, tapi lebih daripada orang sekeliling yang selalu bertanyakan pertanyaan tersebut, sambil diiringi,”Si A sudah hamil.” Jadiii?? Jawab saya dalam hati.

Memerlukan waktu nyaris lima tahun untuk saya bertahan mendengar pertanyaan-pertanyaan semacam ini, kerana memasuki tahun ke lima akhirnya saya hamil. Meski kini saya boleh menjawab pertanyaan mengenai kehamilan dengan tersnyum, ini tidak mengubah prinsip saya untuk tidak menanyakan mengenai kehamilan pada wanita yang belum hamil. Kenapa?

1. Itu menyakitkan
Bayangkan sahaja, saat anda ingiiiiin sekali sesuatu tapi belum mampu sedangkan orang-orang lain di sekitar anda sudah mendapatkannya. Bagaimana perasaan anda? Dan, bukannya dihibur dan ditenangkan, tapi orang lain malah berlumba untuk mempamerkan apa yang mereka miliki. Mungkin maksud anda memberi semangat, tapi percayalah itu bukan pemberi semangat yang kami (wanita yang belum hamil) inginkan.

2. Itu bukan urusan Anda
Siapa yang mengatakan saat perempuan menikah, secara automatik bererti ia mahu memiliki anak? Tidak semua perempuan terlahir dengan rasa ingin menjadi ibu. Jadi, jangan sibuk bertanya dan memaksa agar orang lain memiliki anak seperti anda.

3. Kita tidak pernah tahu usaha yang sudah dilakukan
Kita tidak pernah tahu usaha apa yang sudah dilakukan oleh wanita yang ingin hamil. Saya ingat sebelum hamil saya sudah melakukan berbagai macam cara agar boleh mendapatkan dua garis merah di pregnancy test kit. Mulai dari makan yang sihat, bersukan, minum ubat Cina, akupuntur, kaki diinjak oleh bumil, tidur beralaskan baju bayi, meminta bedak bayi yang baru lahir untuk ditaburkan tiap malam ke perut dan berderet-deret lagi percubaan lainnya. Bayangkan sahaja, dengan usia sehabis mungkin, tidakkah itu menyakitkan apabila dituduh dengan pertanyaab-pertanyaan yang menyebalkan itu.

Oleh itu kawan-kawan, jika anda telah mempunyai anak dan bertemu dengan teman-teman yang masih belum direzekikan oleh Tuhan untuk memilik anak, tutuplah mulut anda daripada bertanyakan soalan-soalan yang seumpama ini. Ingat, rezeki itu tidak selamanya milik kita.

Semoga bermanfaat.

Artikel ini telah diterjemah dan disunting daripada artikel asal yang bertajuk : Berhenti Bertanya Kapan Hamil?

Sertai Dropship PinkLady Sekarang Di Sini: [Klik]
(Visited 381 times, 1 visits today)