4 Risiko Memakai Pakaian Ketat Ketika Hamil. #3 Kanser!

speaker-1305544_1920

Melihat penampilan moden ibu-ibu yang sedang hamil membuat saya kagum, kerana sewaktu sedang hamil pun mereka masih sempat mengikuti trend fashion semasa. Berbeza sekali dengan orang-orang yang seperti saya (adakah saya terlampau tua?) – yang saat hamil  cumamemilih baju atas dasar longgar, nyaman, dan bebas bergerak.

Semakin bertambahnya usia kandungan, pasti si ibu akan mengalami perubahan bentuk tubuh. Beberapa pakaian seperti baju dan seluar mulai sempit. Jangan memaksakan diri untuk tetap memakainya hanya kerana alasan masih ‘sayang’ untuk disimpan di dalam almari. Jika anda memilih untuk terus memakai pakaian-pakaian itu, bersedialah untuk menghadapi empat risiko ini!

1. PARESTHESIA

Ibu hamil yang mengenakan pakaian ketat berpotensi mengalami paresthesia iaitu keadaan abnormal di mana seseorang mengalami rasa terbakar, geli, gatal, dan seperti ada sesuatu yang menjalar di kulit. Keadaan ini lebih kita kenal dengan sebutan sesemut.

Pada awal kehamilan, saluran darah akan mengalami pembesaran sebagai salah satu persiapan ketika volume darah meningkat, membawa oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin melalui plasenta sewaktu kehamilan dalam fasa kedua dan ketiga.

Pakaian ketat dapat menyebabkan berlakunya masalah peredaran darah sehingga dan tidak langsung aliran oksigen dan nutrisi pun juga akan terganggu. Hal ini dapat menyebabkan janin kekurangan oksigen dan membuat denyut jantung tidak teratur atau lemah. Situasi ini tentunya akan membahayakan janin dan si ibu itu sendiri.

2. HEARTBURN

Memasuki fasa kehamilan trismester ketiga, si ibu mungkin akan mengalami heartburn yang menimbulkan rasa sesak dan panas pada bahagian dada. Janin akan semakin besar lantas membuatkan rahim semakin memenuhi rongga perut dan akan menekan rusuk serta usus sehingga asid gastrik lebih mudah naik dan akan membuatkan ibu hamil merasa mual. Pakaian terlalu ketat akan membuat si ibu lebih mudah mengalami heartburn.

3. TIGHT PANTS SYNDROME (TPS) DAN DEEP VEIN THROMBOSIS (DVT)

Tight Pants Syndrome memiliki masalah yang sama dengan heartburn, namun gejala TPS pada awalnya dimulai dengan sipmtom-simptom kesemutan, kekejangan sehingga mati rasa pada kaki. Jika hal ini dibiarkan dan si ibu tetap menggunakan pakaian ketat, maka akan menimbulkan gangguan aliran darah ke kaki atau Deep Vein Thrombosis (DVT) yang menyebabkan terjadinya penggumpalan darah pada kaki dan membuatkan si ibu sulit untuk berjalan atau mati rasa pada kaki.

4. KANSER MELANOMA

Kanser melanoma adalah kanser kulit yang disebabkan sinar ultraviolet daripada sinaran cahaya matahari. Wanita dan ibu hamil yang mengenakan pakaian ketat atau pakaian yang terlalu terbuka, berpotensi mengalami kanser ini di bahagian anggota tubuhnya yang terbuka.

Munculnya kanser ini dimulai dengan munculnya bulatan hitam pada kulit, atau tahi lalat. Kanser ini biasanya muncul di sekitar mata, kaki, betis dan akan menyebar ke seluruh tubuh. Akan bertambah parah saat kanser ini sudah menyerang darah, menetap di tulang, hati, bahagian dalam dada, perut, dan merosak ginjal yang menyebabkan air kencing berwarna hitam. Hal ini akan mengancam nyawa ibu dan janin.

4. KEPUTIHAN

Penggunaan seluar yang ketat, membuat kulit sukar untuk bernafas, berpeluh dan menjadikannya bahagian yang subur untuk jamur berkembang pada vagina dan dapat menimbulkan jangkitan kuman atau/dan keputihan. Bila tidak langsung dirawat, kuman tersebut dapat naik ke rahim dan menyebabkan penipisan selaput ketuban yang akhirnya akan memecahkan ketuban. Keadaan ini tentu tidak diinginkan di saat usia kehamilan anda masih belum matang.

Bijak dalam memilih pakaian yang tepat dan nyaman dapat menjaga kesehatan dan keselamatan Anda dan buah hati hingga saat ia lahir.

Artikel ini telah diterjemah daripada artikel asal yang ditulis oleh Celerina Ariyanti yang bertajuk Ini bahayanya mengenakan baju ketat saat hamil. Berhati-hatilah!

Sertai Dropship PinkLady Sekarang Di Sini: [Klik]
(Visited 1,955 times, 1 visits today)